PERAWAT TRAVELER

Menulis Sebagai Bukti Perawat Itu Ada dan Hidup Selamanya

Post Top Ad

September 30, 2017

Enam Cara Praktis Hidup Sehat yang Bisa Kamu Lakukan Setiap Hari

by , in
Foto Copyright - www.infophoria.com 
Di zaman modern ini semua orang ingin serba praktis. Mulai dari dari makanan, minuman, pakaian, dan semua peralatan yang menunjang kehidupan, kepinginnya didapat dengan mudah dan cepat.

Bermodal sebuah gawai yang bisa menghubungkan semua orang di seluruh dunia, keinginan itu pun mudah tercapai tanpa harus melakukan banyak penggerakan.

Tinggal menari-narikan jari di layar smartphone sambil mencari berbagai kebutuhan di toko online, barang-barang pun tiba sesuai dengan waktu yang ditentukan. 

Tidak perlu lagi menggunakan cara manual dengan jalan kaki, atau pun naik kendaraan berlama-lama menunggu kemacetan untuk sampai ke toko yang kamu tuju. Meskipun itu sebenarnya baik untuk kamu karena banyak melakukan penggerakan, tapi semua orang pasti tidak mau melakukan cara lama itu. Sehingga kondisi demikian membuat ruang gerak kita terbatas dan tubuh pun sering dalam kondisi diam.

Hal inilah yang bisa membuat malapetaka bagi tubuh. Kondisi diam akan membuat kerja sistem organ tubuh melambat. Jantung misalnya, sewaktu seseorang mulai melakukan gerak badan, sel-sel otot yang aktif menggunakan lebih banyak oksigen untuk menunjang peningkatan kebutuhan energi. Kecepatan denyut jantung meningkat, sehingga ia dapat memompa darah yang mengandung oksigen ke sel-sel seluruh tubuh. 

Nah, sekarang bayangkan jika kondisi tubuhmu sering dalam keadaan diam, tentu sel-sel di dalam tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup, sehingga kamu mengalamai hipoksia. 

Hipoksia adalah kondisi saat pasokan oksigen kurang di dalam tumbuh yang ditandai dengan gejala sesak napas, batuk-batuk, detak jantung cepat, kelelahan, perubahan warana pada kulit menjadi biru atau merah keunguan, berkeringat, kebingungan, dan halusinasi.

Jangankan untuk berolah raga, gerakan kecil untuk merangsang penggerakan otot saja jarang dilakukan. Tambahnya lagi dengan adanya makanan praktis yang tidak sehat, apa jadinya hidupmu nanti? Biasanya yang serba praktis itu kan identik dengan hal-hal yang tidak sehat. 

Tapi tidak untuk hal-hal prakis berikut ini, justru akan menunjang kehidupanmu menjadi lebih sehat. Seperti enam cara praktis hidup sehat yang bisa kamu lakukan setiap hari berikut ini. 

1. Sediakan Air Mineral dalam Botol Minuman

Setiap hari tubuh memerlukan sekitar 2 liter air putih, atau setara dengan 8 gelas yang berukuran 250 ml. Bagaimana caranya menghabiskan air sebanyak itu, padahal kita enek juga minum terus menerus, apa lagi diminum sekali teguk dalam satu gelas. Bisa kembung itu perut.
Foto Copyright www.shutterstock.com 
Cara praktisnya ialah mengisi air putih tersebut ke dalam botol minuman. Biasanya botol minuman yang tersedia bisa menampung air 600-1000 ml. Jadi, kamu kemana-mana bawa tu botol minumannya, supaya ketika haus langsung teguk Airnya.

Terkadang kita malas minum Air putih karena malas mengambilnya ke dapur, atau jauh dari jangkauan kita. Sehingga rasa haus pun malah di tahan-tahan, jadinya kita kekurangan cairan kan? 

Padahal air merupakan komponen utama dalam tubuh manusia yaitu sekitar 60% dari berat tubuh. Bila kekurangan cairan, bagaimana tubuh menjalankan fungsinya? Semua menjadi macet yang akan memperberat fungsi organ tubuh lainnya. 

Jadi kecukupan akan air putih, suatu hal yang utama bila ingin hidup sehat. 

2. Beli Buah Potongan

Selain konsumsi Air putih, buah juga sangat penting untuk membuat hidup kamu menjadi sehat. Selain banyak mengandung air, beberapa vitamin di dalam buah berfungsi untuk mencerahkan kulit dan memperlambat proses penuaan sel-sel tubuh.

Mungkin kamu sudah tahu lebih banyak manfaat dari makan buah, tapi kok sulit ya merutinkan diri untuk makan buah-buahan setiap hari?

Masalah utama yang sering kita temukan ialah malas untuk mengupas dan memotong buah. Hal ini lah yang mengurungkan niat kita untuk makan buah.
Foto Copyright www.jollytastylife.tumblr.com 
Cara praktisnya ialah dengan membeli buah potongan yang dijual oleh pedagang buah. Pernah lihatkan ada gerobak yang ada jajanan buah yang sudah dipotong-potong dan diletakan ke dalam kotak kaca yang juga berisi es batu? Kamu bisa membelinya dua sampai empat potong sesuai kebutuhanmu setiap harinya. Dengan begitu kita bisa merutinkan diri untuk makan buah setiap hari.

3. Minum Jus Buah

Mungkin kamu juga malas kalau harus mengunyah lama untuk menghabiskan satu potong buah. Atau tidak punya waktu untuk duduk manis dan meninggalkan pekerjaanmu yang diburu deadline.
Foto Copyright - www.pixabay.com 
Cara praktisnya kamu bisa minum jus sesuai dengan buah yang kamu suka. Tidak repotkan bila hanya menghisap jusnya dengan menggunakan pipet, tanpa dikunyah langsung ditelan menuju lambung. 

Mungkin yang merepotkan ialah membuat jus buahnya. Kamu bisa beli jus buah yang tersedia di toko-toko di sekitar tempat tinggalmu. Mencari jus buah tidak sesulit mencari jodoh bukan? Hehehe.

4. Bergerak dan Berjalan-jalan di Sekitar Ruang Kerja

Bagi para pekerja kantoran atau profesi penulis yang kerjanya lebih banyak diam, tentu minim melakukan gerakan tubuh. Posisinya tertuju pada satu gerakan, misalnya posisi duduk dengan jemari yang aktif bergerak. 

Lantas bagaimana dengan anggota tubuh lain seperti kaki misalnya yang ingin berjalan, atau kepala yang ingin mengeleng-geleng? Mereka kan ingin juga bergerak.

Foto Copyright - www.xworkinternational.com 
Cara praktisnya ialah ketika waktu istirahat makan siang, kamu usahakan untuk menghambil sendiri makanan atau pun pergi ke toko sebelah untuk membeli makananmu. Lebih bagusnya kalau kamu masak sendiri, karena banyak gerakan tubuh yang bisa dilakukan saat memasak.

Jika itu juga tidak sempat kamu lakukan karena pekerjaanmu yang begitu banyak, maka sisakan lah waktu sekitar 15 menit untuk bangun dari tempat kerjamu kemudian melakukan beberapa gerakan sederhana seperti berjalan-jalan di sekitar ruangan kerja dan menggerak-gerakan tangan.

Melompat-lompat merupakan hal yang tepat untuk kamu lakukan karena dapat memicu kerja jantung lebih cepat, sehingga pompaannya juga semakin meningkat yang akan mentransfer darah mengandung oksigen ke dalam sel-sel tubuh.

5. Pesan Menu Makanan Sehat 

Untuk mengkonsumsi buah atau pun jus buah, kita tidak perlu khawatir untuk membelinya di mana saja, karena produknya berasal dari hasil tanaman. Pengolahannya juga tidak banyak menggunakan ini dan itu, jadi cukup amanlah bagi kita untuk mengkonsumsinya di mana pun juga. Permasalahannya ialah kalau berbicara tentang menu makanan. 

Di internet cukup banyak lapak yang menjajakan berbagai menu makanan yang siap antar sampai ke rumah. Masalahnya apakah makanan itu baik dikonsumsi untuk kita? Bagaimana pengolahannya? Berapa takaran gizinya? Apakah makanan ini dapat membuatmu gemuk? Dari mana sumber makanan tersebut?

Pasti pertanyaan itu berseliweran di pikiran kita ketika memutuskan untuk memesan makanan di internet. Sedangkan pekerjaan kita menumpuk dan butuh makanan praktis tapi menyehatkan.

Untungnya sekarang ada Gorry Gourmet, sebuah startup katering online yang menyediakan konsultasi diet gratis bagi para pelanggannya.

Setiap orang pasti beda-bedakan selera dan angka kecukupan gizinya. Tidak mungkinlah seorang yang hanya beratnya 40 kg, disuguhkan dua bungkus nasi padang. Atau pun yang menderita darah tinggi dikasih menu makanan yang asin-asin. 

Cara praktis untuk mendaptkan menu makanan sehat ialah dengan memesan di Gorry Gourmet, karena menyediakan varian menu dan paket yang dirancang khusus sesuai dengan kebutuhan kamu. 

www.gorrygourmet.com
Makanannya dibuat oleh Chef Porfesional dengen citra rasa tinggi dan nutrisi seimbang. Produk-produk Gorry Gourmet juga sudah melewati seleksi uji oleh para ahli gizi dengan memperhitungkan keseimbangan nutrisi dari setiap produk yang dihasilkan.

Kamu bisa langsung mengunjungi website nya dan memilih produk yang ditawarkan Gorry Gormet di www.gorrygourmet.com Bisa juga download aplikasinya di App Store gawainya kamu.

www.gorrygourmet.com
6. Tidur yang Cukup

Bagaimana sih kategori tidur cukup menurutmu? Apakah tidur dengan rentang waktu yang lama? Ada orang yang tidur 2 jam sehari, tapi dia merasa cukup. Ada juga yang menghabiskan waktu 12 jam untuk tidur, namun dia tidak pernah merasa puas.

Lamanya durasi tidur yang efektif bagi orang dewasa ialah antara 4-8 jam. Akan tetapi disesuaikan lagi dengan orangnya, karena angka kecukupan tidur itu relatif bagi setiap orang.

Intinya setiap hari berikanlah waktu tubuhmu untuk bisa terlelap, karena tidur dapat berfungsi memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Jadi, sungguh disayangkan bila tubuhmu tidak kejatahan tidur.

Foto Copyright www.pembelajar99.blogspot.co.id 
Cara praktis untuk tidur cukup ialah kamu harus terlelap hingga masuk ke fase Rapid Eye Movment (REM). Jika sampai ke tahap ini kamu akan mendapatkan kepuasan tidur dan badan terasa segar saat bangun tidur. 

Jadi, supaya kamu bisa tidur terlelap setiap malamnya maka singkirkanlan benda-benda yang kemungkinan mengganggu saat kamu tidur. Buatlah kamar tidurmu senyaman mungkin sehingga kamu bisa mendapatkan tidur yang cukup.

Itulah enam cara praktis yang bisa kamu lakukan setiap hari. Tidak usah harus melakukan ini dan itu bila ingin hidup sehat, cukup jadikan enam hal di atas sebagai rutinitas dalam kehidupanmu setiap hari. Insya Allah kesehatan akan selalu menyertaimu. 

Akan tetapi jangan juga mengundang penyakit dengan perilaku buruk seperti merokok atau pun menggunakan obat-obat terlarang. Itu sama saja dengan bunuh diri namanya. Perlu dipahami bahwa untuk hidup sehat itu sangat mudah, cukup membiasakan diri dengan rutinitas yang baik dan membentengi diri dari kebiasaan buruk. 

Tapi, bila kamu pencinta makanan namun takut bermasalah dengan berat badan, bisa mencoba produk yang ditawarkan oleh Gorry Gourmet. Selamat mencoba.

Salam sehat untuk semua.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Wellness Blog Competition GorryGourmet


September 24, 2017

Perawat Bergaji Tinggi

by , in
Sumber foto www.infoperawatindonesia.com

Seminggu lalu group facebook Suara Perawat (Super), dihebohkan oleh status perawat asal Aceh. Dalam statusnya dia mengeluhkan rendahnya gaji perawat yang lebih rendah dibandingkan gaji seorang cleaning service yang hanya tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sontak teman-teman perawat lainnya juga mengeluhkan demikian, bukan hanya Aceh tapi seluruh daerah di Indonesia. Memang begitulah kenyataannya, profesi yang menghabiskan waktu bertahun-tahun lamanya belajar dengan biaya yang tidak sedikit, hanya digaji ratusan ribu rupiah per bulan, itu pun kadang macet.

Tentunya tidak sebanding dengan peran yang dilakoninya sebagai orang yang pertama memastikan keadaan pasien. Mulai dari menjaga, merawat, memenuhi kebutuhan pasien, memberikan terapi obat yang sebenarnya dilakukan oleh dokter, dan untuk urusan yang berhubungan dengan keluarga pasien pun juga perawat yang menanganinya.

Tidak heran dengan tugas sebanyak itu dan harus menghadapi berbagai macam karakter orang, seorang perawat pulang ke rumah dengan tubuh kelelahan. Tambahnya lagi dengan jam tidur yang tidak teratur karena diselingi oleh jaga malam, menggangu waktu istirahat mereka. Padahal kebutuhan istirahat dan tidur merupakan kebutuhan utama bagi setiap manusia.

Hal itu mungkin tidak masalah jika jerih payah yang dilakukan setimpal dengan harga yang dibayarkan. Namun kenyataannya profesi sebagai perawat tidak mendatangkan kenyamanan finansial, sehingga mereka harus memutar otak untuk mencari kerjaan lain supaya asap dapurnya tetap mengepul.

Mungkin saya tidak perlu lagi bercurcol panjang lebar mengenai keluhan ini, karena satu postingan perawat asal Aceh itu telah mengeluarkan seluruh uneg-uneg yang mewakili perasaan perawat bergaji rendah.

Lantas apakah kita harus terus-terusan mengeluh dan mencari kambing hitam dari kondisi ini? Perlukah kita berkeluh kesah dengan gaji yang tidak sebarapa itu, sehingga menghilangkan jutaan kebaikan yang sebenarnya menjadi nilai pahala bagi kita?

Saya selalu ingat tentang petuah arab “Man jadda wa jadda” siapa yang bersungguh-sungguh dia akan menuai hasilnya. Tuhan akan memberikan hasil sesuai dengan jerih payah kita.

Seperti para perawat sukses dan bergaji tinggi berikut ini. Kesusksesan yang mereka raih sekarang tidak didapat dalam satu malam atau semudah mengedipkan mata. Butuh doa, usaha dan kerja keras untuk menggapainya. Inilah mereka yang sukses dibalik profesinya sebagai perawat. 

1. Syaifoel Hardy 



Pernah mendengar nama ini? Mungkin kamu masih ingat dengan aksi hebonya di dunia maya dengan membuat Surat Terbuka ke Kepala MTKI, pada tahun 2015 lalu. 

Surat terbuka yang berjudul ‘Lagi-lagi tentang STR’ menuai banyak dukungan dari para perawat Indonesia. Sontak halaman penggemar di facebook-nya dibanjiri oleh rekan-rekan perawat yang merasakan dampak polemik dari pengrusan STR ini.

Beliau awalnya hanyalah seorang lulusan Sekolah Pendidikan Keperawatan (SPK) yang kemudian merantau ke luar negri sebagai seorang perawat. Selama 21 tahun kerja di luar negri tentulah mempunyai pengalaman yang cukup untuknya. Tentunya gaji yang diterima di luar negri jauh lebih tinggi, sehingga bisa dijadikan modal usaha saat pulang ke tanah air.

Beliau pun memberanikan diri mendirikan sebuah lembaga yang bernama Indonesian Nursing Trainers (INT). Lembaga ini dibuat untuk mengajak, mengajarkan, dan memotivasi perawat menjadi seorang perawat luar biasa dengan tagline “More Than Just Nursing”.

Tidak hanya sebagai perawat, beliau juga peramu kata yang disampaikan melalui buku-buku karyanya. Lewat tulisannya beliau dikenal banyak orang, baik di dalam negri maupun di luar negri. Bahkan dinobatkan sebagai Diaspora Award Winner untuk kategori Social Aactivism Award di Los Angles, Amerika Serikat pada tahun 2012.

Jika berbicara soal penghasilan, tentu beliau mempunyai banyak sumber rezeki. Penghasilan dari menulis buku, seorang trainer, dosen, bahkan juga sebagai konsultan bagi banyak perawat lainnya.

Apa semua didapat dengan seketika? Beliau butuh waktu 21 tahun untuk bekerja di luar negeri dan banyak hal-hal lain yang sudah dilakukan.


2. Pengusaha Boneka Anatomi



Siapa bilang karir sebagai seorang perawat itu hanya berhenti di rumah sakit atau pelayanan medis lainnya? Buktinya tiga dara yang berasal dari fakultas keperawatan ternama di negri ini mampu menjadi pengusaha boneka.

Mereka adalah Yunara Ningrum Nasution, Syifa Fauziah, dan Manggarsari. Sejak mahasiswa mereka telah menggeluti usaha ini yang mulanya memakan biaya produksi sekitar Rp15 juta. 

Boneka yang diberi nama ‘Heuphoria’ singkatan dari health dan euphoria itu dihargai dengan Rp100-200 ribu per boneka. Sehingga pada masa itu tahun 2012 ketika mereka masih menjadi mahasiswa memperoleh omset sekitar Rp3,5 juta per bulannya.

Tentunya lebih besar dari gaji perawat honorer bukan? Itu masih mahasiswa lo, apa jadinya mereka sekarang setelah lima tahun berkarya? 

Contoh dua perawat di atas membuktikan bahwa seorang perawat itu tergantung dari tingkat usahanya. Meskipun jatuh bangun, yang bertahanlah yang akan sukses memperoleh hasil yang gemilang.

Bukan dengan cara mengeluh atau menyalahkan pihak lain. Sebagai seorang profesional tentu kita punya banyak cara supaya bisa digaji dengan harga tinggi. Kita mempunyai berbagai disiplin keilmuan yang tentunya bisa diterapkan dalam kehidupan masyarakat, hanya saja seberapa berani kita untuk mencobanya.

Jika ada yang mengeluh gaji kecil tapi kerjaan banyak, salah siapa yang mau menandatangi kesepakatan tersebut? Bukankah ada kontrak hitam di atas putih saat kamu diterima kerja sebelumnya?

Lantas, pantaskah harus mengeluh dengan kesepakatan yang telah dibuat itu? Jika tidak mau digaji kecil, maka carilah gaji besar dengan kreativitas yang kamu miliki.

Bukankah tuhan memberikan kita otak untuk berfikir? Banyak kesempatan lain yang bisa diperoleh dibandingkan hanya dengan mengeluh. Dan akhirnya kamu akan kecewa dan putus asa dengan profesi ini.

Kitalah yang mengangkat sendiri profesi yang kita cintai ini. Jika kamu ingin pemerintah memberikan gaji tinggi untuk perawat, tentunya harus ada dari kita yang maju sebagai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), sehingga suara kamu bisa lebih didengar mewakili rekan sejawatmu.
Agustus 24, 2017

Ini Anak Siapa? (Keliru mengartikan jenis golongan darah)

by , in


Aku baru saja terlelap memasuki alam bawah sadar, otakku mulai melambat. Begitu juga dengan tekanan darah, frekuensi nafas, dan curah jantung menurun. Otot-ototku mulai rileks pertanda aku sedang berada di fase tidur Non-Rem (NREM).

Mungkin aku baru saja terlepas dari kehidupan nyata dan akan memasuki alam mimpi, ya, sekitar 15 menit yang lalulah. Namun tiba-tiba terdengar nada-nada yang mengeluarkan bunyi, makin lama semakin kuat hingga membangunkan tidurku.

Sebuah nomor yang tidak aku kenali mengusik tidurku. Pukul 03.24 pagi, begitu yang tertera di smartphone-ku. Dengan posisi yang masih telungkup aku angkat telpon itu.

Terdengar suara perempuan meminta darah, dari nada suaranya sepertinya dia begitu panik, kosa katanya juga terbalik-balik, sehingga aku meminta mengulanginya.

Aku mencoba menenangkannya, kini aku tahu pemilik suara itu istri pamanku. Dia memintaku untuk mencarikan pendonor darah untuk anaknya yang sebentar lagi operasi.

Dalam percakapan singkat itu dia butuh orang yang bergolongan darah O+ sebagai pendonor, karena dia dan suaminya tidak bisa menjadi pendonor lantaran bergolongan darah A+. 

Aku pun mengiyakan untuk mencari orang bergolong darah O+. Dia berharap orang itu bisa datang ke rumah sakit pada puku 06.00 wib, karena anaknya akan dioperasi pukul 09.00 wib.

Dalam kantukku itu aku berfikir, kenapa tidak tanya ke bank darah dulu stock darah yang tersedia? Ah, ya sudahlah besok pagi aku akan membawakan temanku yang bergolongan darah O+ untuk donor. Lagian dia juga sudah lama tidak pernah donor.

****



Pagi-pagi buta, aku menelpon temanku itu. Ternyata dia baru saja bangun, karena harus bergadang semalam untuk mengirimkan berkas tulisanku yang diikutsertakan dalam lomba menulis artikel.

Dikarenakan rasa kesetiakawanannya dan jiwa relawan yang melekat padanya, dia pun mau mengabulkan permintaanku itu. Meskipun datangnya telat satu jam dan aku sempat marah-marah padanya, dia tetap bisa menenangkanku yang berjiwa koleris ini.

Sempat pula ada pertengkaran kecil atas keterlambatannya, padahal dia terlambat juga karena Aku. Maafin aku ya teman seperjalananku, yang sebentar lagi jadi teman hidupku. Hehehe.

Kami pun bergerak ke rumah sakit dan menuju instalansi transfusi darah di Rumah Sakit Umum Daerah, Zainoel Abidin Banda Aceh. Setelah mengisi formulir dan cek darah serta tekan darah, dia pun bisa untuk donor.


Petugas di ruangan tersebut meminta surat pengatar darah, atas nama pasien yang menerima donor. Aku menuju ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) tempat bayi itu dirawat. 

Rupanya sudah ada persediaan darah dari pihak rumah sakit dan pamanku lupa mengabarkannya kepadaku. Waduh..., temanku itu sudah berada di ruang transfusi darah.

Usut demi usut, ternyata pamanku semalam sedang kebingungan dengan status anaknya yang bergolongan darah O+.

Ketika perawat menjelaskan bahwa anaknya harus dioperasi dan butuh persediaan darah, dia dan istrinya sempat kaget. Kenapa anaknya bergolongan darah O+, sedangkan mereka berdua mempunyai golongan darah A+. 

Anak siapa ini?” tanya pamanku yang mulai panik kepada istrinya.

Si Perawat pun juga mempertanyakan, kenapa bisa anaknya berbeda dengan golongan darah kedua orang tuanya. 

Istri pamanku itu bertambah panik dan meminta untuk memastikan bahwa anak ini benar dari sperma suaminya. 

Bisa dibayangkan betapa kebingungannya pasangan muda itu ketika mengetahui golongan darah anaknya berbeda dengan mereka. Perdebatan kecil pun tidak bisa terelakkan diantara mereka tentang status bayi di hadapan mereka. 

Anak siapa ini? pertanyaan itu muncul lagi.

Saat itu juga perawat jaganya menanyakan kepada rekannya yang lain. Setelah beberapa menit perawat itu kembali dan menjelaskan bahwa memang biasa kalau golongan darah orang tuanya A+ akan melahirkan anak dengan golongan darah O+.

Ya, hanya itu penjelasan singkat dari perawat tersebut dan dia meminta untuk dicarikan pendonor darah O+. Mungkin saat itu pula istri pamanku menelpon ku pada waktu dini hari itu.

Kayaknya perawat itu harus belajar lagi ya tentang golongan darah, supaya tidak membingungkan pasiennya. Kan nggak lucu kalau malam-malam orang tua pasien bertengkar di ruang NICU lantaran mepertanyakan ini anak siapa?

***


Berikut penjelasan tentang turunan golongan darah dari orang tua yang dirangkum oleh perawat traveler.

Ada beberapa sistem penggolongan darah, biasanya yang sering dipakai ialah sistem ABO dan rhesus. Berdasarkan penggolongan darah ABO, darah manusia digolongkan menjadi empat yaitu golongan darah A, B, AB, dan O.

Sedangkan penggolongan darah sistem rhesus yaitu positif (+) dan negatif (-). Untuk wilayah asia seperti kita, kebanyakan memiliki rhesus positif. 

Kita harus mengingat kembali pelajaran waktu SMA pada bab genetika tentang pewarisan sifat. Percobaan yang dilakukan oleh biarawan asal Austria yang bernama Gregor Johan Mendel, terhadap persilangan kacang ercis (pisum sativum) merupakan cikal bakal lahihrnya ilmu genetika yang disebut dengan hukum Mendel.

Hukum ini jugalah yang melahirkan pewarisan sifat antara orang tua kepada anaknya. Golongan darah anak ditentukan oleh perpaduan gen dari kedua orang tuanya.

Secara genetik, dua orang yang memiliki golongan darah yang sama belum tentu mempunyai struktur gen (genotipe) yang sama. Antigen yang ada di dalam eritrosit (sel darah merah) merupakan ekspresi dari gen yang berada pada kromosom eritrosit tersebut.

Gen yang mampu memproduksi antigen berupa protein disebut isoaglutinin (I). Golongan darah ABO diatur oleh dua gen (alel) I yang berinteraksi satu sama lain.


Alel-alel dari gen I ialah IA, IB dan IO. Dalam interaksi antar alel, alel IA dan IB  dominan terhadap alel IO,

Kembali kepada kasus pamanku dan istrinya yang bergolongan darah A+. Jika diuraikan, maka begini proses persilangan genetiknya.
Jadi sangat jelas bahwa ada anaknya yang bergolongan darah O+, jika dilihat dari persilangan genetik di atas. Tak perlu dicemaskan lagi kan, ini anak siapa? 

Yang jangan sampai tiba-tiba muncul anaknya bergolongan darah B atau AB, itu perlu dipertanyakan, ini anak siapa?


Begitulah penjelasan singkat tentang pewarisan golongan darah, tidak perlu panik jika kita mengetahui ilmunya. Dari persilangan genetik ini nanti bisa kita lihat bagaimana turunan golongan darah anak-anak kita.

Kamu bisa mencoba untuk memastikan kamu anak orang tuamu atau bukan, tinggal silangkan saja gen alel yang dimiliki oleh kedua orang tuamu. Selamat mencoba!
Agustus 13, 2017

Cara Berobat Menggunakan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan

by , in

Kadang kita bingung bagaimana cara berobat menggunakan pelayanan peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, apa saja yang harus dibawa, bagaimana prosedurnya, dan bla bla bla bla sebagainya. 

Karena ketidaktahuan itu, banyak orang yang mengurungkan niatnya untuk menggunakan pelayanan ini. Atau ada juga yang harus bolak-balik ke tempat fotokopi karena berkas yang tidak sesuai dengan persyaratan.

Sebenarnya bagaimana sih alur pelayanan peserta BPJS Kesehatan? Di mana saja tempat yang bisa menerima pelayanan BPJS?

Alur pelayanan peserta BPJS kesehatan di RSUD ZA Aceh

Baiklah, Perawat Traveler akan berbagi dengan sahabat PeTrav yang ingin mengetahui informasi ini.

Pelayanan BPJS Kesehatan ini bisa diterima di klinik dokter yang telah bekerja sama dengan pihak BPJS, puskesmas, rumah sakit kabupaten dan daerah.

Untuk di klinik dan pusekesmas, mungkin tidak terlalu ribet ya, karena pasiennya tidak terlalu banyak. Tapi bagaimana kalau sudah ke tingkat rumah sakit, pasti antriannya mengular kerena terlalu banyak pasien.

Jadi, untuk menghemat waktu dan tenaga, kita perlu tahu jalurnya.

Jika sahabat PeTrav baru pertama kali berobat di rumah sakit umum menggunakan layanan BPJS, maka ambillah daftar antrian di loket pasien baru. Tapi jika sudah beberapa kali berobat, maka dihitung sebagi pasien lama dan nomor antriannya berada di loket pasien lama.

Apa-apa saja yang harus dilengkapi?

Sahabat PeTrav harus membawa fotokopi rangkap satu persyaratan berikut.

1. Kartu tanda penduduk (KTP)

2. Kartu keluarga (KK)

3. Surat rujukan peserta BPJS dari puskesmas atau klinik, 

4. Kartu BPJS atau Askes 

Setelah itu minta nomor antrian pada petugasnya dan sebutkan apakah sahabat PeTrav pasien baru atau lama. Karena nomor antrian dan loketnya berbeda antara pasien baru dan lama.

Nomor antriannya dikasih bersamaan dengan berkas yang sudah disiapkan ke loket registrasi

Tunggulah sampai nomor antriannya dipanggil dan berikan kepada petugas loket berkas yang telah disediakan tadi, saat tiba giliran antrian sahabat PeTrav dipanggil.

Bagi pasien baru akan mendapatkan kartu pasien dan nomor identitasnya yang dikeluarkan oleh rumah sakit, di mana tempat kita berobat. Jadi, nanti pada pengobatan berikutnya tidak perlu lagi membawa kartu BPJS, cukup memperlihatkan kartu pasien tersebut.

Kartu berobat pasien yang disediakan pihak rumah sakit

Kartu tersebut berlaku di semua instansi yang ada di rumah sakit tersebut. Misalnya ketika mengurus kamar pasien untuk rawat inap, periksa darah, USG, rontgen dan sebagainya.

Selama sahabat PeTrav menggunakan pelayanan di rumah sakit tersebut, maka kartu itu wajib dibawa.

Setelah itu kemana lagi? 

Alurnya belum selesai ne. Setelah antri di loket medical record, sahabat PeTrav mendapatkan beberapa kertas yang berisi identitas dan nama poli klinik yang akan dituju.

Kertas tersebut nantinya dikasih ke loket perawat untuk diperiksa dan ditentukan dokter yang menanganinya. Proses ini memakan waktu beberapa lama karena jika dokternya belum tiba, pasien diharuskan untuk menunggu sampai dokternya datang. 

Sistemya tetap sama menggunakan cara antrian, siapa yang duluan datang itu yang pertama dipanggil. Mungkin sahabat PeTrav harus menunggu dua, tiga jam atau bahkan setengah hari supaya bisa bertatap muka dengan dokter.

Hal ini dikerenakan biasanya dokter di poli tersebut harus mengunjugi pasiennya juga yang berada di ruang rawat inap. Makanya si dokter lama masuk ke ruang poli klinik.

Pulang atau dirawat?

Setelah konsultasi dengan dokter, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama jika penyakit sahabat PeTrav tidak begitu mengkhawatirkan dan bisa dirawat di rumah, maka dokter akan memberikan resep obat, atau pun menganjurkan untuk pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan darah, USG, Rontgen dan pemeriksaan penunjang lainnya. 

Hasil konsultasi dokter dituliskan di kertas ini dan dilanjutkan ke tindakan berikutnya.

Pilihan kedua ialah harus dirawat inap jika penyakit yang diderita cukup mengkhawatirkan dan harus segera penanganan dokter secara intensif. 

Tugas keluarga berikutnya ialah mengurus adminitrasi untuk pasien rawat inap. Tentunya juga harus menyediakan berkas persyaratan rawat inap.

Sahabat PeTrav harus ke tempat ini untuk mengurus kamar rawat inap pasien.

Sahabat PeTrav harus ke admission center pendaftaran rawat inap untuk mengurus kamar pasien. Data yang harus dilengkapi ialah:

1. Surat pengatar rawat inap dari dokter

2. Kartu keluarga atau KTP

3. Surat rujukan peserta BPJS

4. Kartu berobat pasien

Semua persyaratan di atas harus difotokopi rangkap lima dan diberikan ke loket pendaftaran rawat inap. 

Kita juga harus menunggu sekitar 15-20 menit untuk mendapatkan buku kuning yang lengkap dengan biodata pasien, dan berbagai catatan dokter serta perawatan lainnya.

Buku catatan status pasien dan terapi pengobatan selama dirawat.

Setelah semuanya selesai, baru lah pasien bisa masuk ke kamar yang telah ditentukan dan menjalani perawatan di ruangan tersebut. Buku kuning itu akan dipegang oleh perawat ruangan sebagai catatan perkembangan pasien selama dirawat.

Semua alur yang perawat traveler sampaikan di atas berdasarkan prosedural rumah sakit yang ada di kota perawat traveler. Mungkin sistem rumah sakit di kota sahabat PeTrav lain lagi, tergantung kebijakan masing-masing rumah sakit.

Ibarat pepatah lama, di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung

Kalau perawat traveler bilang di mana tempat berobat, ikutilah aturan rumah sakitnya. Sebaiknya jangan sampai masuk rumah sakit, tentunya harus jaga kesehatan ya Sahabat PeTrav.
Juli 31, 2017

Samakah Anak Autis dengan Keterbelakangan Mental?

by , in

Dua minggu yang lalu tepatnya pada tanggal 17 Juli 2017, aku merasa malu dengan diriku sendiri. Pasalnya aku menganggap sama anak yang menderita autis dengan keterbelakangan mental. 

Mungkin kebanyakan orang mengiranya ini hal yang sama dan orang awam melebelnya sebagai anak idiot. Hingga aku ditegur oleh seorang penderita difabel dan menjelaskan terkait anak autis.

Ceritanya begini, selepas acara di sebuah hotel di waktu makan siang, aku semeja dengan salah seorang penderita difabel. Saat itu sedang viral video aksi bully yang dilakukan oleh mahasiswa, terhadap anak autis yang diunggah pada tanggal 16 Juli 2017.

Video itu diberitakan di sebuah stasiun televisi, kami pun menonton pemberitaan tersebut. Kemudian muncul pertanyaan dari salah seorang temanku.

Autis itu apa sih?”

“Autis itu kayak keterbelakangan mental gitu” jawabku secara gampang tanpa referensi. 

Aku langsung ditegur oleh seorang Ibu yang menderita difabel, kebetulan duduk di sebelahku.

Bukan, mereka tidak sama dengan anak keterbelakangan mental. Anak autis mengalami gangguan perkembangan saraf dan perilakunya terbatas yang sering berulang-ulang”.

Ibu itu menjelaskan panjang lebar terkait autisme. Aku merasa malu karena menganggap sama anak autis dengan keterbelakangan mental. Aku malu dengan titel sarjanaku sebagai perawat yang seharusnya lebih tahu banyak terkait anak-anak berkebutuhan khusus.

Sepulang dari situ aku bertekad untuk belajar kembali, dan membuka beberapa referensi terkait hal ini.

Apa itu Autism? 

Autism adalah gangguan perkembangan saraf yang kompleks dan bukanlah suatu penyakit bawaan sejak lahir. Gejala autis ditandai dengan kesulitan dalam interaksi sosial, komunikasi, perilaku terbatas, dan berulang-ulang.

Mereka lebih banyak diam, suka menyendiri, sulit mengekspresikan keinginannya, memiliki ritual atau kesibukan sendiri, dan saat diganggu maka mereka akan menjadi sangat marah, menangis, menjerit tanpa bisa dihentikan sampai mereka lelah dan ketiduran. 

Di mata saya ia adalah anak yang sempurna. Kulitnya putih bersih, hidungnya mancung, dan senyuman manis membuatnya makin ganteng. Ia anak yang pendiam dan jarang menangis. Namanya Kaka, dan ia adalah anak pertama saya sekaligus salah satu anak autis”.

Itulah yang dituturkan oleh orang tua dari anak autis di sebuah curhatannya di tulisan ini.

Ciri spesifik anak autis

Pada umumnya gejala autis dapat dilihat sebelum usia tiga tahun dan karena ini bukan penyakit, maka penanganannya bukan dengan obat melainkan terapi dalam jangka panjang.

Anak autis tidak bermasalah dengan Intelligence Quoetion (IQ), bahkan ada yang melebihi dari rata-rata anak pada umumnya. Hanya saja mereka terkendala dengan masalah sensorik yang membuat mereka lebih sensitif terhadap rangsangan dari luar.

Apa Bedanya dengan Keterbelakangan Mental?

Keterbelakangan mental atau retardasi mental (RM) adalah suatu keadaan yang fungsi kecerdasan umumnya/ IQ berada di bawah rata-rata, biasanya kurang dari 70.


Anak RM dinilai dari tiga komponen, yaitu fungsi intelektual yang diukur dengar pertanyaan inteligensi. Kemudian fungsi kekuatan dan kelemahan yang ditentukan pada 10 area adptif yang berbeda, meliputi komunikasi, perawatan diri, kehidupan rumah tangga, keterampian sosial, waktu luang, kesehatan dan keamanan, tujuan diri, kemampuan akademik, kegunaan dalam masyarakat, dan pekerjaan (Frederick dan Williams, 1998; Schalock dkk, 1994).

Penyebab RM adalah trauma sebelum dan sesudah lahir, genetik, biokimia, dan infeksi. Biasanya sudah terdeteksi sejak lahir dari wajahnya, terutama pada kasus sindrom down. Karakteristik wajah seperti sudut luar mata naik hingga menyipit, hidung dan mulut kecil, serta memiliki kelemahan pada fungsi lain, misalnya pada jantung.

Gejala yang significant dari anak RM tergantung dari tingkatan RM nya. Anak RM ringan mempunyai IQ (52-68) dan kemampuan membacanya baru bisa di kelas empat atau enam. Meskipun kesulitan dalam membaca, namun mereka dapat mempelajari kemampuan pendidikan dasar yang diperlukan dala kehidupan sehar-hari.


Anak RM moderat mempunyai IQ (36-51) dan sangat terlihat jelas mengalami keterlambatan berbicara. Mereka baru bisa berbicara pada usia 6 tahun dan tidak mengalami perkembangan dalam membaca atau aritmatika secara fungsional.

Anak RM berat hanya mempunyai IQ (20-35, bahkan ada 19 atau kurang). Biasanya tidak bisa berjalan dan berbicara. Angka harapan hidup untuk anak RM berat kemungkinan lebih pendek, tergantung kepada penyebab dari beratnya RM tersebut. Semakin berat Rmnya maka semakin kecil angka harapan hidup.

Referensi 

Breaktime. Autis dan Down Syndrome, Sering Dianggap Sama Padahal Beda. Sumber dari : https://portal.axa.co.id/direct/Tips/Detail/autis-dan-down-syndrome-sering-dianggap-sama-padahal-beda

Jevuska. (2012). Autisme-Pengertian, Penyebab, Gejala, Ciri & Terapi. Sumber dari : https://www.jevuska.com/2012/12/29/autisme-pengertian-penyebab-gejala-ciri-terapi/

Spesialis Info. Penyebab Keterbelakangan Mental. Sumber dari: http://www.spesialis.info/?penyebab-keterbelakangan-mental,428

Swastantika, D. Anugrah Tersembunyi – Hidup Bersama Anak Autis. Sumber dari : https://id.theasianparent.com/hidup-bersama-anak-autis/4/

Wicaksono, B.D. (20017). 10 Perasaan Orang Autis yang Mereka Harapkan Kamu Mengerti. Sumber dari: https://science.idntimes.com/discovery/bayu/10-perasaan-orang-autis-yang-mereka-harapkan-kamu-mengerti/full

Wong, dkk. (2008). Buku Ajar Keperawatan Pediaatrik. Jakarta : EGC.



Juli 09, 2017

Batuk Efektif

by , in
Salam Sehat Sahabat Perawat Traveler (PeTrav)

Masih dalam suasana lebaran ni ya! Kalau gitu PeTrav mohon maaf lahir dan batinlah buat para pembaca Perawat Traveler.

Sudah lama ya blog ini nggak update informasi kesehatan dan dunia keperawatan. Maklum PeTrav pulang kampung, jadi susah koneksi internetnya.

Kali ini PeTrav akan kembali menyajikan informasi kesehatan yang perlu diketahui oleh Sahabat PeTrav, karena dengan adanya informasi inilah dapat megubah perilaku sehat kita, sehingga tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

Bukankah mencegah itu lebih baik daripada mengobati?

Postingan kali ini, PeTrav akan membahas tentang Batuk Efektif. Ada ya batuk efektif?

Ada dong, makanya jangan asal batuk saja, yang ada malah capek dan menguras energi karena sekret (dahak)nya tidak keluar. Jadi untuk mengefektifkan batuk, ada tekniknya.

Seperti biasa, sebelum membahas lebih lanjut terkait batuk efektif ini, PeTrav akan melampirkan media promosinya terlebih dahulu berupa leaflet, supaya enak dibaca dan dipahami.

Sisi luar leaflet Gout Athritis
Sisi dalam leaflet Gout Athritis


Untuk informasi lebih lanjutnya terkait materi ini, nanti akan dibahas pada rubik Asuhan Keperawatan, dan Tips Keperawatan. Bersabar dulu ya!

Note : Bagi Sahabat PeTrav yang ingin mendapatkan materi tentang Batuk Efektif, silahkan tinggalkan komentar di blog ini.

Salam Senyum Sehat,

YELLI SUSTARINA
Mobile -- 0852 6008 0834 -- IG @yell_saints -- twitter @yellisustarina -- Line 085260080834
Berdomisili di Jalan K. Nago -- Lampaseh Aceh -- Meuraxa -- Kota Banda Aceh. 
Juni 08, 2017

Cara Mengobati Nyeri Sendi pada Asam Urat Tanpa Menggunakan Obat Kimia

by , in
Ilustrasi Nyeri Sendi pada Asam Urat
Salam sehat sahabat Perawat Traveler (PeTrav)

Hari ini PeTrav akan membahas lebih lanjut tentang penyakit Gout Athritis atau yang biasa disebut dengan asam urat.

Hal yang sangat mengganggu pada penyakit ini ialah rasa nyeri pada sendi yang tidak bisa tertahankan. Sangat menyebalkan, bahkan jika kadar asam urat terus meningkat, akan terlihat kemerahan dan bengkak pada sendi.

Yang mengalami asam urat pasti tahu deh bagaimana rasa nyerinya, sehingga dapat mengganggu aktivitas keseharian.

Nyeri ini muncul karena penumpukan kristal-kristal asam urat pada persendian, yang berasal dari kelebihan asam urat di dalam darah. Nyeri tersebut dapat bersifat sistemik atau menyeluruh yang menyerang beberapa sendi, sehingga menyebabkan kerusakan pada tulang sendi.

Nah, ketika nyeri tersebut datang biasanya dokter memberikan obat-obat anti nyeri berupa Anti Inflamasi Non-Steroid (OAINS). Tapi obat anti nyeri ini memiliki efek samping yang serius yaitu pendarahan pada saluran cerna. Risiko tersebut akan semakin besar seiring dengan tingginya dosis, pemakaian campuran, dan usia penderita.

Ilustrasi Obat Anti Nyeri

Tak jarang juga orang yang menderita asam urat, karena sering mengkonsumsi obat anti nyeri akhirnya terkena asam lambung. Jadi berabekan, mau sembuh, eh.., dapat penyakit lain.

Kompres Hangat Jahe

Jadi, bagaimana juga sih cara mengobati nyeri asam urat ini?

Sahabat PeTrav jangan sekali-kali memijat bagian yang sakit pada asam urat, karena dapat menyebarkan kristal-kristal asam urat di dalam darah. Akibatnya bukan berkurang nyerinya, tapi justru semakin meradang yang mengakibatkan sendinya membengkak dan memerah.

Solusi yang tepat untuk mengatasinya ialah dengan cara mengompresnya menggunakan jahe hangat.
Parutan Jahe
Jahe bermanfaat untuk mengurangi nyeri pada asam urat karena jahe memiliki sifat pedas, pahit dan aromatic dari olerasin seperti zingeron, gingerol dan shogaol.

Olerasin memiliki potensi anti inflamasi, analgetik dan antioksidan yang kuat. Sedangkan gingerol dan shagaol dapat menghambat sintesis progtaglandin sehingga nyeri reda atau radang berkurang.

Kandungan air dan minyak tidak menguap pada jahe berfungsi sebagai enhancer yang dapat meningkatkan permeabilitas olerasin menembus kulit tanpa menyebabkan iritasi atau kerusakan hingga ke sirkulasi perifer.

Cara Membuat Kompres Hangat Menggunakan Jahe
Alat dan bahan
1.  Jahe 100 gram
2.  Parutan
3.  Kain kompres


Cara membuat
1. Sediakan jahe 100 gr yang diparut
2. Sediakan air hangat (40ºC-50ºC)
3. Masukkan jahe yang sudah diparut ke dalam kain
4. Celupkan pada air hangat
5. Kompres pada daerah yang nyeri selama 20 menit.
6. Lakukan secara berulang sampai nyeri pada sendi hilang.

Itu dia sahabat PeTrav yang bisa dilakukan untuk mengurangi nyeri sendi pada asam urat, tanpa mengunakan obat. Praktiskan,! Jadi, tidak perlu lagi sering-sering menggunakan obat kimia. Karena sebenarnya obat itu racun bagi tubuh kita.



Referensi

Junaidi. (2008). Rematik dan asam urat. Jakarta : Gramedia.

Listyarni, A.D., & Purnamasari, S.D.I. (2015). Kompres Air Rendaman Jahe Dapat Menurunkan Nyeri Pada Lansia Dengan Asam Urat di Desa Cengkalsewu Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan. 01.04. 19-27.

Rusnoto, Cholifah, N dan Retnosari I. (2015). Pemberian kompres hangat memakai jahe untuk meringankan skala nyeri pada pasien asam urat di desa Kedungwungu Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan. JIKK.  06. 01.


My Instagram